Software Project
Completed
Siapprok
Platform web audit progres proyek konstruksi yang mendigitalkan kontrol baseline PCM, kalkulasi Kurva S dan WBS, serta alur approval berjenjang multi-pihak dari lapangan hingga dashboard eksekutif owner.
Siapprok.view
LIVE
Ringkasan Proyek
Latar belakang dan cakupan sistem
SIAP-PROK (Sistem Audit Progres Proyek Konstruksi) adalah platform web yang dirancang untuk mengintegrasikan pengawasan proyek fisik antara tiga pihak utama: Kontraktor Pelaksana, Konsultan Pengawas, dan Pemilik Proyek (Owner). Sistem ini memastikan setiap klaim progres fisik di lapangan memiliki dasar data yang valid, terukur, dan didukung bukti nyata (evidence).
Di awal proyek, sistem mengunci acuan kerja melalui modul Baseline PCM (Pre-Construction Meeting) yang mencakup master Work Breakdown Structure (WBS), bobot pekerjaan, target milestone, kurva S rencana, serta siklus pelaporan. Selanjutnya pada fase konstruksi, tim lapangan menginput laporan mingguan terstruktur (mencakup progres bobot WBS, deviasi milestone, log sumber daya, keselamatan K3, catatan cuaca, hingga kendala lapangan). Data ini wajib melewati workflow state machine yang ketat (verifikasi internal PM kontraktor, verifikasi teknis/administrasi pengawas, dan persetujuan final Team Leader) sebelum akhirnya dipublikasikan secara otomatis ke dashboard pemantauan read-only milik owner.
Di awal proyek, sistem mengunci acuan kerja melalui modul Baseline PCM (Pre-Construction Meeting) yang mencakup master Work Breakdown Structure (WBS), bobot pekerjaan, target milestone, kurva S rencana, serta siklus pelaporan. Selanjutnya pada fase konstruksi, tim lapangan menginput laporan mingguan terstruktur (mencakup progres bobot WBS, deviasi milestone, log sumber daya, keselamatan K3, catatan cuaca, hingga kendala lapangan). Data ini wajib melewati workflow state machine yang ketat (verifikasi internal PM kontraktor, verifikasi teknis/administrasi pengawas, dan persetujuan final Team Leader) sebelum akhirnya dipublikasikan secara otomatis ke dashboard pemantauan read-only milik owner.
Latar Belakang & Kebutuhan
Kendala operasional dan kebutuhan spesifikasi sistem
Pada proyek konstruksi konvensional, pelaporan progres fisik sering kali bermasalah karena data tercecer di spreadsheet, grup chat, atau tumpukan dokumen kertas. Situasi ini kerap memicu sengketa "progres di atas kertas" akibat kontraktor mengklaim kemajuan fisik yang belum diverifikasi, sementara pengawas lambat memvalidasi bukti lapangan.
Masalah krusial lainnya adalah tidak adanya single source of truth untuk baseline proyek. Ketika terjadi keterlambatan, sulit menentukan apakah deviasi disebabkan oleh kendala cuaca, suplai material, atau mismanajemen pekerjaan. Owner sering kali baru mengetahui proyek mengalami deviasi minus ketika keterlambatan sudah terlanjur parah dan sulit dimitigasi.
Masalah krusial lainnya adalah tidak adanya single source of truth untuk baseline proyek. Ketika terjadi keterlambatan, sulit menentukan apakah deviasi disebabkan oleh kendala cuaca, suplai material, atau mismanajemen pekerjaan. Owner sering kali baru mengetahui proyek mengalami deviasi minus ketika keterlambatan sudah terlanjur parah dan sulit dimitigasi.
Solusi & Desain Sistem
Pendekatan arsitektur dan struktur logika sistem
Kami membangun SIAP-PROK dengan pendekatan maker-checker-approver berjenjang berbasis peran (RBAC) yang mengikat siklus pelaporan mingguan secara sistematis:
Baseline Locking: Mengunci master WBS dan Kurva S rencana yang telah disetujui bersama oleh ketiga pihak sebagai tolak ukur deviasi permanen.
Structured Field Reporting: Membagi input lapangan ke dalam 6 modul modular (Milestone, Progres WBS, Sumberdaya, K3, Cuaca, dan Kendala) yang mewajibkan lampiran foto dokumentasi dan berita acara.
Dual Verification Gate & State Machine: Alur approval berjenjang di mana laporan dari kontraktor wajib diverifikasi secara paralel oleh Tenaga Ahli (TA) dan Administrasi (ADM) pengawas sebelum Team Leader (TL) bisa memberikan approval final untuk di-publish ke owner.
Executive Owner Dashboard: Menyajikan grafik Kurva S aktual vs rencana, deviasi hari kerja, dan isu kritis dalam tampilan yang bersih dan siap pakai untuk pengambilan keputusan strategis.
Baseline Locking: Mengunci master WBS dan Kurva S rencana yang telah disetujui bersama oleh ketiga pihak sebagai tolak ukur deviasi permanen.
Structured Field Reporting: Membagi input lapangan ke dalam 6 modul modular (Milestone, Progres WBS, Sumberdaya, K3, Cuaca, dan Kendala) yang mewajibkan lampiran foto dokumentasi dan berita acara.
Dual Verification Gate & State Machine: Alur approval berjenjang di mana laporan dari kontraktor wajib diverifikasi secara paralel oleh Tenaga Ahli (TA) dan Administrasi (ADM) pengawas sebelum Team Leader (TL) bisa memberikan approval final untuk di-publish ke owner.
Executive Owner Dashboard: Menyajikan grafik Kurva S aktual vs rencana, deviasi hari kerja, dan isu kritis dalam tampilan yang bersih dan siap pakai untuk pengambilan keputusan strategis.
Pendekatan Teknis & Pemilihan Teknologi
Alasan pemilihan teknologi dan alur proses data
Clean Native PHP MVC Architecture: Aplikasi dikembangkan menggunakan arsitektur MVC berbasis PHP Native dengan strict types, prepared statements PDO, dan pemisahan logika yang rapi. Pendekatan ini menjaga sistem tetap sangat ringan, cepat dieksekusi, dan mudah dipelihara tanpa ketergantungan pada overhead framework yang berlebihan.
Relational Database Design & JSON Flexibility: Skema MySQL dirancang dengan integritas referensial ketat untuk struktur hirarkis WBS (parent-child work items), snapshot baseline versioning, dan tabel relasi approval. Untuk bagian data lapangan yang dinamis (detail log cuaca, sumberdaya, insiden K3), kami memanfaatkan kolom detail payload berbasis JSON terstruktur guna efisiensi skema tanpa mengorbankan performa querying.
Strict State Machine Workflow: Logika transisi status (DRAFT → SUBMITTED_TO_PM → APPROVED_BY_PM → VERIFIED_BY_TA/ADM → APPROVED_BY_TL → PUBLISHED_TO_OWNER) dikunci secara ketat di level backend. TL dibatasi oleh gatekeeper validation sehingga tidak dapat menyetujui laporan jika verifikasi TA atau ADM belum terpenuhi.
Audit Trail & Logging Integrity: Setiap aksi (submit, verifikasi, penolakan dengan catatan revisi, hingga approval) dicatat secara kronologis di tabel approval_logs bersama identitas pengguna dan cap waktu server untuk keperluan audit forensik.
Client-side Assistance & Visualization: UI responsif dibangun menggunakan Tailwind CSS dengan interaktivitas JavaScript murni untuk perhitungan form dinamis di sisi klien serta visualisasi kurva evaluasi progres.
Relational Database Design & JSON Flexibility: Skema MySQL dirancang dengan integritas referensial ketat untuk struktur hirarkis WBS (parent-child work items), snapshot baseline versioning, dan tabel relasi approval. Untuk bagian data lapangan yang dinamis (detail log cuaca, sumberdaya, insiden K3), kami memanfaatkan kolom detail payload berbasis JSON terstruktur guna efisiensi skema tanpa mengorbankan performa querying.
Strict State Machine Workflow: Logika transisi status (DRAFT → SUBMITTED_TO_PM → APPROVED_BY_PM → VERIFIED_BY_TA/ADM → APPROVED_BY_TL → PUBLISHED_TO_OWNER) dikunci secara ketat di level backend. TL dibatasi oleh gatekeeper validation sehingga tidak dapat menyetujui laporan jika verifikasi TA atau ADM belum terpenuhi.
Audit Trail & Logging Integrity: Setiap aksi (submit, verifikasi, penolakan dengan catatan revisi, hingga approval) dicatat secara kronologis di tabel approval_logs bersama identitas pengguna dan cap waktu server untuk keperluan audit forensik.
Client-side Assistance & Visualization: UI responsif dibangun menggunakan Tailwind CSS dengan interaktivitas JavaScript murni untuk perhitungan form dinamis di sisi klien serta visualisasi kurva evaluasi progres.
Peran & Tanggung Jawab
Tanggung jawab langsung dalam pengembangan modul
End-to-End System Architecture: Merancang fondasi arsitektur sistem, pemodelan data relasional, alur navigasi multi-role, dan struktur direktori MVC.
Business Logic & Engine Implementation: Mengembangkan kalkulasi matematis otomatis untuk akumulasi progres bobot WBS, rumus deviasi hari pada milestone, kurva S rencana vs realisasi, dan validasi cut-off mingguan.
Workflow & Access Control (RBAC): Membangun matriks perizinan dinamis per proyek yang membatasi hak akses spesifik untuk 8 peran pengguna (Owner, PM, Site Manager, Engineering Manager, Safety Officer, Tenaga Ahli, Admin, dan Team Leader).
Technical QA & Testing Standards: Menyusun dokumen spesifikasi teknis lapangan (ACTUAL_LAPANGAN_SPEC.md), SOP operasional per peran, serta merancang skenario Blackbox Testing dan UAT Checklist end-to-end sebelum sistem dinyatakan production-ready.
Business Logic & Engine Implementation: Mengembangkan kalkulasi matematis otomatis untuk akumulasi progres bobot WBS, rumus deviasi hari pada milestone, kurva S rencana vs realisasi, dan validasi cut-off mingguan.
Workflow & Access Control (RBAC): Membangun matriks perizinan dinamis per proyek yang membatasi hak akses spesifik untuk 8 peran pengguna (Owner, PM, Site Manager, Engineering Manager, Safety Officer, Tenaga Ahli, Admin, dan Team Leader).
Technical QA & Testing Standards: Menyusun dokumen spesifikasi teknis lapangan (ACTUAL_LAPANGAN_SPEC.md), SOP operasional per peran, serta merancang skenario Blackbox Testing dan UAT Checklist end-to-end sebelum sistem dinyatakan production-ready.
Hasil & Dampak Proyek
Pencapaian fungsional dan pengujian hasil implementasi
Berhasil mendigitalkan alur pengawasan proyek konstruksi menyeluruh yang menghubungkan 8 peran lintas organisasi dalam satu platform terpadu.
Memangkas waktu birokrasi verifikasi mingguan dari hitungan hari menjadi proses terpusat yang transparan dan dapat dilacak jejak perubahannya secara real-time.
Mengeliminasi distorsi pelaporan kemajuan fisik dengan mewajibkan evidence dokumen/foto dan mengunci perbandingan terhadap baseline PCM yang sah.
Memberikan transparansi penuh bagi manajemen owner untuk mendeteksi early warning deviasi jadwal dan risiko proyek tanpa menunggu kompilasi laporan bulanan manual.
Memangkas waktu birokrasi verifikasi mingguan dari hitungan hari menjadi proses terpusat yang transparan dan dapat dilacak jejak perubahannya secara real-time.
Mengeliminasi distorsi pelaporan kemajuan fisik dengan mewajibkan evidence dokumen/foto dan mengunci perbandingan terhadap baseline PCM yang sah.
Memberikan transparansi penuh bagi manajemen owner untuk mendeteksi early warning deviasi jadwal dan risiko proyek tanpa menunggu kompilasi laporan bulanan manual.